Bencana dan Politik Busuk

Seorang teman tiba - tiba mengirim pesan menanyakan lowongan pekerjaan pada saya. Katanya, suaminya bakal dirumahkan dari tempat ia bekerja, karena dampak virus corona. Saya kaget sekaligus sedih, mengingat beban keluarga yang harus ditanggungnya. Sementara, saya sendiri pun sedang kesulitan. Usaha saya yang baru recovery harus berjalan lamban karena tingkat konsumsi yang menurun. Kesulitan ini... Continue Reading →

Desa Ladang Korupsi

Saat diberlakukan pada tahun 2015 dana desa telah memberikan dampak positif maupun negatif bagi masyarakat desa. Bukan sedikit desa yang bisa membangun infrastruktur dan sumber daya manusianya. Bahkan melalui BUMDES, desa tidak hanya mampu menggenjot Pendapat Asli Desa (PAD) tetapi juga membangun kemandirian desanya. Tetapi banyak pula desa yang akhirnya memperalat dana desa untuk tujuan... Continue Reading →

Mengapa Kita Beragama?

Siang itu, ada seorang teman mengeluh tentang saudaranya yang tidak mengajarkan pendidikan agama pada anak – anaknya. Menurutnya, pendidikan agama itu sama penting dengan ilmu pengetahuan umum. Jadi kalau anak pintar di sekolah, tetapi tidak paham beribadah maka percuma saja. Mendengar itu, saya hanya tersenyum sambil menjadi pendengar yang baik. Membantah pendapat seperti ini bisa... Continue Reading →

Manusia Campuran

Adakah di antara kita yang benar – benar asli? Artinya, asli Batak, asli Melayu, asli Jawa, asli Betawi, asli Islam, asli Kristen, asli Tionghoa? Adakah yang namanya budaya, selera makan, gaya berpakaian, pola pikir yang asli Batak dan tidak dimiliki budaya Melayu, Jawa, Betawi dan Tionghoa? Adakah kebiasaan, menu makanan, gaya berpakaian, ciri khas yang... Continue Reading →

HABIB RIZIEQ, NKRI BERSYARIAH, DAN SEJUMLAH TANDA TANYA

Pada 2 Desember yang lalu, dalam reuni 212, Habib Rizieq Shihab melalui sebuah rekaman menyerukan NKRI bersyariah. Ia berpesan agar pendukungnya memperjuangkan NKRI bersyariah yang dijiwai Piagam Jakarta 22 Juni 1945. Lebih lanjut ia menjelaskan NKRI bersyariah berarti NKRI yang menjadikan pribumi sebagai tuan rumah di negerinya sendiri. NKRI bersyariah berarti NKRI yang anti –... Continue Reading →

Saat Negara Mengatur Seks Warganya

Permohonan sekaligus penolakan atas uji materi pasal kesusilaan di KUHP merupakan momen tepat untuk mengkaji relasi antara seks dan negara. Di satu sisi, seks merupakan kebutuhan kodrati manusia sebagai mahluk hidup sekaligus warganegara. Di sisi lain, negara mempunyai kuasa untuk mengatur hidup warganya. Tapi sejauh manakah negara dapat mengatur urusan seksual warganya? Permohonan uji materi... Continue Reading →

Siapa Bilang Cinta Itu Buta

Tema cinta sering kali tidak dianggap ilmiah dan jarang dijadikan kajian berbagai bidang ilmu pengetahuan. Dalam sosiologi sendiri, tema percintaan masih sangat sedikit dikaji, terbukti dari sulitnya menemukan referensi bertema cinta, kalaupun ada, sudah cukup usang. Padahal seperti kata Pramoedya “cinta tak muncul mendadak, karena dia adalah anak kebudayaan, bukan batu turun dari langit”. Karena... Continue Reading →

Mencari Kebangsaan Ibuku

Ibuku seorang manusia hibrida. Dia lahir dari seorang ibu Tionghoa dan ayah berdarah Sunda. Selain berbahasa Hokkian, ibuku juga bisa berbahasa Jawa. Setelah kawin mawin dengan ayahku (bermarga Matondang tapi mengaku sebagai Melayu Asahan) ibuku juga berbahasa Melayu. Dalam kondisi seperti ini, sulit menentukan kebangsaan ibuku? Apakah dia seorang pribumi atau seorang nonpribumi? Bila ia... Continue Reading →

(Review Buku) Perbudakan Seksual : Perbandingan Antara Masa Fasisme Jepang dan Neofasisme Orde Baru

  Resensi buku ini sebenarnya sudah pernah saya posting di facebook. Tapi karena sedang hangat tentang wacana komunis dan bahaya lantennya di media sosial, ada baiknya saya ikut meramaikan pertarungan wacana itu. Ya namanya juga ruang publik, tempat pertarungan wacana, ide dan karya. Dalam pertarungan wacana ini, tentu saya memilih jalan orang – orang  “beriman”,... Continue Reading →

Menguji Demokrasi

Beberapa waktu yang lalu masyarakat dihebohkan dengan wacana pembubaran HTI. Seperti biasa, ada yang pro dan ada yang kontra. Saya salah seorang yang terlibat dalam perdebatan mengenai wacana ini. Bagi saya yang pro demokrasi, pembubaran organisasi apapun seharusnya melalui jalur hukum, yaitu dibuktikan di pengadilan. Seburuk – buruknya institusi hukum kita, tentu lebih baik (dan... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑